Heboh, KB Pratama Ultah Makan Bersama Berlambarkan Daun Pisang
Pagi itu, anak-anak dan orang tua/wali murid menghadap makanan yang sudah dilambari daun pisang. Mereka terlihat kompak penuh kebahagiaan. Dan, makanan pun ludes dalam sekejap.
“Aksi makan bersama ini memang unik dan sederhana, untuk menyambut ulang tahun KB Pratama yang ke-4. Guru, anak dan orangtua, terlihat guyub walau merayakan ultah dengan sangat sederhana, makanan berlambarkan daun pisang. Sederhana, tetapi bermakna,” tutur MM Bundari Sulistyo, salah satu pendiri sekaligus guru di KB Pratama yang berlokasi di Jalan S Tungkal KP Kadirejo RT 03 RW 1, Gandekan, Jebres, Surakarta, saat ditemui POSKITA.co.
Menurut Bundari, orangtua sangat antusias, dan merelakan urunan dana Rp 10.000. Dana sebesar itu sudah bisa untuk makan bersama orangtua dan anak.
Perayaan ultah tahun ini memang sederhana namun meriah. Ultah tahun sebelumnya digelar dengan lomba memasak antar ibu-ibu dan siswa, dan itu juga berlangsung meriah. Sebenarnya, ultah KB Pratama jatuh pada 12 Januari, namun karena sesuatu hal dirayakan setelahnya. Bagaimana awalnya KB ini berdiri?
Awalnya, masih banyaknya anak-anak yang tak tertampung di Kelompok Bermain yang ada di daerah Gandekan. Sejak itulah, empat pendiri yaitu MM Bundari Sulistyo, Tri Amurwani, Elsye Noviawati, MG Risyani membuat KB Pratama. Sementara guru lainnya yaitu Dewi Sapta Ningrum dan Surjanti Dewi.
“Banyak anak Paud yang belum terwadahi, hingga berdirilah KB Pratama. Sekarang sudah berijin, ber-NPSN,” ucap Bundari bangga, yang sebelumnya pernah menjadi guru di beberapa tempat.
Banyak keunikan ditemukan di KB Pratama, salah satunya, siswa menabung seiklhasnya setiap hari. Jika sudah terkumpul, dibuat untuk memenuhi kebutuhan belajar mengajar. Harap maklum, KB ini belum mendapat dana dari pemerintah. Jadi, mengandalkan hasil kerjasama dari orangtua siswa saja. Itu pun secara ikhlas, tanpa ada keharusan berapa rupiah yang harus dibayar.
COSMAS
Sebelumnya ngajar di preschool, dll. Lalu inisiatif sendiri. SDH berijin, dan npsn.
Awalnya swadana
pendiri. Lalu siswa/ortu masukkan uang sukarela/indah di tabungan kaleng.
Sy jualan duren, lainnya ibu rumah tangga. TDK mencari keuntungan. Belum akses kemanapun. Kalau ada yg nyumbang kita terima.
Rp 10rb ortu dan anak buah susu roti nasi.
Semua agama, guru jg berbagai agama
4 tahun tanpa gaji. Tp selalu ada jalan.
Paud independen, mandiri. Ultah keempat, ikuti prosedur.
Awalnya ...15, sekarang 50 anak, database dapodik 40...
Seragam bisa lungsur tetangga, atau teman.
Itupun tak wajib. Yg gak punya pakaian biasa
Yg lucu seragam turun temurun.
Ada sumbangan kursi, tp belum ada mejanya. Siapa hayo mau melengkapi

Komentar
Posting Komentar