Muhammad Fikri Aufa, Peraih Emas IMSO Tak Lelah Belajar



Bukan sekadar menuntut ilmu, tetapi menerapkan ilmu itu dalam berbagai kesempatan lomba. Atas ketekunannya ikut berbagai lomba, ia pun memetik hasilnya meraih medali emas IMSO.
Olimpiade Matematika dan Ilmu Pengetahuan Internasional (International Mathematics/Science Olympiad-IMSO) di Provinsi Zhejiang, diikuti oleh 22 negara.  Di ajang itu, Indonesia sukses memboyong dua emas, 13 perak, dan delapan perunggu. Selain dari Fikri, satu emas lain disumbangkan oleh Steven Darren Wijaya dari SD Cahaya Nur, Kabupaten Kudus.
Muhammad Fikri Aufa, siswa SDIT Cahaya Insani Temanggung, Jawa Tengah, salah satu siswa yang moncer, berkat kepandaiannya ia mengharumkan nama Indonesia.
Menurut Fikri, prestasi yang luar biasa dapat diraih dengan kerja keras dan tekun. Namun, yang tidak boleh dilupakan adalah berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Tidak cukup dengan belajar saja. Saya serahkan hasil dari usaha saya kepada Allah. Alhamdulillah doa saya dikabulkan dengan mendapat medali emas,” katanya.
Siswa yang bercita-cita menjadi ilmuan di bidang IPA ini mengatakan untuk mengukir prestasi yang gemilang harus ditempuh dengan upaya yang serius. Dia sangat yakin bahwa Tuhan pasti akan memberikan hal yang terbaik dari apa yang diusahakan secara serius. Terbukti bulan Juli 2018 lalu dia berhasil menyabet medali emas pada ajang OSN SD bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) saat mewakili Jawa Tengah di Padang, Sumatera Barat.
Fikri bercita-cita menjadi ilmuwan. Itulah yang mendorongnya tidak pernah letih belajar dan berdoa.
“Saya tidak pernah lelah belajar. Karena dengan belajar saya  bisa mengetahui hal-hal baru,” ujarnya.
Dia sangat senang menjadi salah satu anggota Tim Kemendikbud RI dalam ajang IMSO di China. Di ajang ini dia menjadi pahlawan bidang sains setelah mengalahkan tuan rumah dan berhasil meraih medali emas.
“Saya sangat senang dengan ajang ini. Saya berharap pendidikan di Indonesia akan lebih maju dan menghasilkan SDM yang lebih unggul,” jelas putra dari Rismanto dan Irma Dwi Zuliyanti ini.
Berkah dari prestasinya, Aufal dapat berjumpa secara langsung dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat gelaran Bursa Inovasi Desa Kabupaten  Temanggung di Pendopo Pengayoman Temanggung.
Tak hanya itu, ia juga mendapat hadiah khusus berupa jam dinding kayu berukuran besar, dari Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq.
Hadiah itu sebagai apresiasi Bupati untuk siswa asal Temanggung tersebut. Aufal dianggap mampu membawa nama harum bangsa Indonesia di dunia internasional.  Diceritakan Aufal, ia harus bersaing ketat dengan 500-an siswa, yang memiliki kemampuan hebat.
Aufal rajin mengikuti berbagai lomba sejak di bangku kelas IV SD. Diakuinya, tidak semua lomba bisa dimenangkannya. Ia tertarik IPA karena banyak tantangan dan sering menelorkan temuan-temuan baru yang berguna bagi khalayak ramai.
Lalu, apa keistimewaannya sehingga bisa menjadi juara?
Dikatakan Aufal, ia melakukan beberapa eksperimen, mengukur volume yang dapat ditampung kapal dan mengukur massa jenis larutan.
“Dari sinilah, saya mendapat nilai tertinggi dan bisa membawa pulang medali emas,” kata Aufal.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Temanggung Darmadi  berharap prestasi Aufal bisa menjadi inspirasi bagi anak lainnya.
"Saya bangga, anak Temanggung bisa meraih prestasi puncak di dunia internasional," kata Darmadi.
Darmadi terus mendorong  para siswa  untuk terus meningkatkan   semangat belajarnya  agar berprestasi seperti Aufa. Dengan demikian kedepan akan lahir Aufa-Aufa yang lain  yang berprestasi dalam berbagai bidang ke ilmuan.
GUNHARJO

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nining Mariyaningsih SPd MPd: Pembelajaran Inovatif Si “Apem Manis”

Pemanjat Tiang Bendera Raih Beasiswa Hingga S1

Endang Rahayu MH SPd MPd, Putri Gunung Merapi Pengoleksi Prestasi