Olivia Zalianty Wajib Bela Negara
Artis dan atlet wushu Olivia
Zalianty sibuk menjalani latihan wushu, persiapan produksi film, dan turut aktif dalam kegiatan Bela
Negara. Menurutnya semua warga negara
wajib membela negaranya.
Kesbang Kota Payakumbuh Sumatra
Barat secara aktif setiap tahun memperingati Hari Bela Negara. Pada
Hari Bela Negara, Olivia Zalianty mengikuti serangkaian acara, di antaranya
seremonial, mengikuti Payakumbuh Cross Country Electric For PDRI Napak
Tilas Perjuangan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI ) mata rantai
sejarah mempertahankan kedaulan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 1948 -
1949, HUT Kota Payakumbuh 17 Desember.
”Saya juga mengunjungi beberapa
usaha UMKM dan lokasi yang bernilai historis di sana,” ujar
artis yang kerap disapa Oliv, putri dari aktris Tetty Liz Indriati.
Pemain film Ma’rifat Cinta, mengakui bangga diajak Wali Kota Payakumbuh mengisi
acara memperingati Hari Bela Negara.
”Bicara Bela Negara, saya kira
setiap warga negara itu wajib untuk membela negaranya, dan itu bukan pilihan. Karena
kita diberi banyak oleh negara, kita mendapatkan tanah kelahiran dan negara
melindungi kita,” tutur dia.
Wali Kota Payakumbuh Riza Palepi,
senang dengan keikutsertaan Olivia Zalianty. Sebagai generasi muda punya spirit
Bela Negara. Dengan kehadiran Olivia dapat menginspirasi masyarakat Kota
Payakumbuh, khususnya generasi muda tentang kedaulatan negara, Keutuhan
wilayah sehingga terciptanya kondisi yang kondusif dalam bermasyarakat di
segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Pada akhirnya, akan dapat terjalin kerjasama dan
komunikasi yang baik tentang makna Bela Negara antara elemen masyarakat,” jelas
Riza Falepi.
Menanggapi keterangan Wali Kota
Payakumbuh Riza Palepi, dalam pandangan Olivia sebagai generasi muda acara
peringatan Hari Bela Negara ini baik
bagi generasi muda untuk kembali melihat sejarah dan menumbuhkan
semangat kebangsaan dan cinta tanah air .
”Bela Negara itu wajib bagi setiap
warga negara. Di sinilah kita hidup dan di sini juga
kita akan dikubur. Maka cintailah negeri dengan membela melalui kegiatan
masing-masing, berprestasi mengharumkan nama Negara, meningkatkan harga diri
bangsa,” terang Olivia, yang aktif mengikuti
lomba wushu tradisional di Bali.
Dari Duta
hingga Pramuka
Oliv
merupakan lulusan S1 dari jurusan desain
produk, Fakultas Desain dan Teknik Perencanaan Universitas Pelita Harapan. Oliv
disibukkan dengan kegiatanya sebagai 'Duta Anti Narkoba'. Salah satu tugasnya
adalah mengkampanyekan anti penggunaan narkoba, meski demikian dia tidak bisa
seenaknya melarang dan memaksa orang berhenti menggunakan narkoba.
Oliv mulai
menekuni seni peran sejak kuliah. Sempat terlibat di Teater Populer dan Teater
Kosong. Terlibat juga dalam beberapa pementasan teater dan pembacaan puisi.
Pementasan Sapu Tangan Fang Yin salah satunya, produksi dari Dapoer Seni Djogja
(DSD) di Gedung Societet, Taman Budaya Yogyakarta, pada salah satu adegan kita
akan terkesima dengan monolog-monolog yang disertai gerakan-gerakan bela diri
yang terlihat artistik dilakukan oleh Fang Yin.
Bicara tentang
aktivitas olah raganya, Oliv sudah lebih dari lima tahun mendalami wushu. Ia
mengikuti pertandingan terbuka di Hongkong yang diadakan setiap tahun, meraih
medali perunggu, menduduki peringkat ketiga untuk kelas pedang Internasional
Wushu Championship yang berlangsung di Hong Kong pada tanggal 3 April 2011.
Oliv pun
merasakan ada penambahan wawasan dalam berakting, setelah aktif main teater
dengan sejumlah budayawan. Diakui, ia banyak menerima pelajaran berharga.
Teman-teman budayawan memberikan wawasan tambahan. Bersama pegiat hiburan yang
sudah lama malang melintang, Oliv pernah mengunjungi gedung KPK di Kuningan,
Jakarta Selatan dengan ikut ambil bagian untuk mendukung KPK dalam memberantas
korupsi.
Selain akrab
dengan dunia olahraga dan seni budaya, Oliv juga concern terhadap gerakan
Pramuka, baru-baru ini pecinta olahraga diving tersebut diangkat menjadi
pengurus Kwarnas Pramuka.
GUNHARJO

Komentar
Posting Komentar