*SMP Negeri 8 Surakarta
"Simbah Desa" , Manfaatkan Limbah
Air Wudlu untuk Aquaponik
Selama ini air wudlu mengalir ke sumur
resapan. Namun, berkat inovasi yang dilakukan SMP Negeri 8 Surakarta, limbah
air wudlu bisa dimanfaatkan untuk aquaponik. Inovasi hebat ini bernama Simbah
Desa.
Inovasi Simbah Desa dipersembahkan SMP Negeri
8 pimpinan Triad Suparman MPd, saat Gelar Karya Inovasi yang diadakan di
halaman Balai Kota Surakarta.
Menurut Sri Suprapti, salah satu guru SMPN 8
Surakarta menuturkan Simbah Desa, merupakan limbah air wudlu yang dipergunakan untuk aquaponik dan menyiram
tanaman. Sisa air limbah wudlu masuk ke sumur resapan.
“Air tanah sepanjang masa tidak mungkin akan
kekurangan. Selain itu, SMP Negeri 8 Surakarta tidak menggunakan air PDAM alias
pajak 0 m2 atau 0 rupiah. Karena banyaknya penghijauan sehingga ruang terbuka
hijau sangat bermanfaat untuk memproduksi oksigen,” ujar Sri Suprapti.
Keunggulan lain, lanjut Sri Suprapti, yaitu pupuk kompos dari hasil pencacahan dan
permentasi untuk membuat sampah organik. Reuse dari limbah plastik antara lain
untuk membuat pot bunga, vas bunga, lampu lampion, batu kerikil imitasi yang
berasal dari plastik.
Hebatnya lagi, SMP Negeri 8 mempunyai
keunggulan panen mangga dan panen lele. Mangga ada beberapa jenis, sekitar 9
jenis contoh Manalagi, Apel, Gadung, Otiong, dan lainnya. Serta banyak sekali
sayuran sebagai hasil aquaponik, contoh selada.
Menurut waka Sarpras dan Humas, Ngatman SPd,
gelar karya inovasi kali ini menilai persiapan waktu terbagi menjadi dua antara
persiapan penilaian adiwiyata tingkat nasional dan persiapan penilaian inovasi.
Dalam waktu yang bersamaan menjadikan pekerjaan kurang fokus. Semoga waktu yang
akan datang bisa fokus tiada henti untuk kemajuan SMP Negeri 8 Surakarta dan
semoga inovasi tahun ini serta lomba adiwiyata tingkat nasional tahun ini bisa
sukses.
Stand nomor 08 untuk SMP Negeri 8 yaitu Simbah
Desa, merupakan kependekan dari Sistem Implementasi dan Manajemen Limbah
-Delapan Sala. Banyak yang bisa dilihat di stand nomor 8 antara lain: video
tron yang memuat tentang informasi inovasi Simbah Desa. Inovasi SMP N 8 cocok
dengan penilaian adiwiyata nasional yang sudah dinilai oleh tim verifikasi dari
Jakarta dan propinsi pada tanggal 21 Nopember 2018.
Gapura yang merupakan ciri khas dari Jawa
Tengah sebagai tampak depan dari stand nomor 8 dan semuanya terdiri/terbuat
dari limbah. Serta dilengkapi dengan lampu pernak pernik sebagai hiasannya. LCD
menayangkan tentang foto dan video hasil gelar karya inovasi Simbah Desa.
Pohon jeruk dan lainnya menunjukkan hasil
pupuk kompos organik buatan Depanska. Selain itu, dipamerkan hasil karya
inovasi kegiatan ekstra dan intra antara lain batik, vas bunga, pot tanaman,
bunga anggrek dari plastik. Termasuk buah mangga otiong yang baru dipetik untuk
pameran hasil panen tanaman penghijauan di SMP Negeri 8 Sirakarta. Dalam proses pembuatan karya inovasi Simbah
Desa, semua warga sekolah sangat mendukung.
“Harapan kita inovasi tahun depan perlu
ditingkatkan, tidak hanya peduli lingkungan tetapi harus disesuaikan dengan
visi sekolah yaitu berbudaya, berprestasi, berwawasan lingkungan berdasarkan
iman dan taqwa. Sehingga untuk inovasi yang akan datang menggunakan kecanggihan
teknologi yang ada misalnya tes kreator, admin sekolah, yang semua itu
menggunakan IT sehingga harapannya bisa cerdas, beriman, bertaqwa, berwawasan
lingkungan,” ujarnya menutup pembicaraan.
GUNHARJO

Komentar
Posting Komentar