Postingan

SMP Negeri 2 Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah: Merenda Kreativitas, Menenun Harapan

Gambar
Hasil karya siswa: Batik Tulis Menuju sekolah ini harus menempuh puluhan kilometer dari arah kota Solo. Namun, jika dari arah kota Sragen harus menempuh 40 km.  Wajar jika sekolah ini dianggap sebagai sekolah pinggiran, artinya sekolah yang jauh dari kota Sragen. Lalu, bagaimana sekolah ini bisa bangkit dan mencoba untuk tak mau kalah dengan sekolah kota? Soal prestasi dan kreativitas, kita bisa berkaca dari sekolah inil.  Dalam menyambut HUT ke-20 SMP Negeri 2 Kalijambe, Sragen ini menggelar kegiatan yang lain dari yang lain.   Yang paling menonjol adalah kegiatan workshop batik tulis. Tak ayal lagi, siswa siswi pun antusias mengikuti worskshop ini. Walau ada yang merasa kesulitan, toh mereka tetap tekun mengikuti instruksi guru untuk mencoba membuat batik tulis.   Destria Pangesti, siswi SMPN 2 Kalijambe, menyatakan sangat senang walau pada awalnya merasa kesulitan untuk membatik. Membatik menggunakan canting “Senang. Walau awalnya sulit, akhirn...

Nining Mariyaningsih SPd MPd: Pembelajaran Inovatif Si “Apem Manis”

Gambar
Jadi Cover  Majalah GENTA Dinobatkan sebagai guru berprestasi nasional tak semudah yang dibayangkan. Perjuangan yang luar biasa harus dilalui tahap demi tahap untuk meniti prestasi tersebut. Berkat proyek APEM MANIS, Nining Mariyaningsih SPd MPd, Guru Akuntansi SMK Negeri 1 Salatiga ditahbiskan menjadi Juara I Guru SMK Berprestasi Tingkat Nasional 2016. Bagaimana kisahnya? Pada mulanya, Nining membuat best practice guru dengan judul “Proyek APEM MANIS Strategi Pembelajaran Inovatif Untuk Meningkatkan Keterampilan Membuat Produk Akuntansi dan Kemampuan Berpikir Tingkat Tingg”. Proyek ini merupakan Best Practice yang dibuat penulis dalam tugas pembelajaran di SMK Negeri 1 Salatiga mata Pelajaran Komputer Akuntansi. Pembelajaran Proyek APEM MANIS merupakan pembelajaran yang menuntut seluruh totalitas kemampuan peserta didik untuk terlibat dalam pembelajaran. Proyek ini menggunakan tempat usaha/bisnis di sekitar sekolah dan tempat tinggal siswa untuk dijadikan obyek pembel...

ASN Dilarang Berpolitik Praktis!

Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2018, pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres) tahun 2019, sudah di ambang pintu. Bagaimana sikap Aparatur Sipil Negara (ASN) seharusnya? Sesuai dengan Pasal 2 huruf f Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, bahwa setiap pegawai ASN tidak berpihak dari segala pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun, seperti   dilansir situs Setkab. Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil (PNS), dijelaskan PNS dilarang melakukan perbuatan yang mengarah pada keberpihakan salah satu calon atau perbuatan yang mengindikasikan terlibat dalam politik praktis/berafiliasi dengan partai politik. PNS dilarang mengunggah, menanggapi atau menyebarluaskan gambar/foto bakal calon/bakal pasangan calon Kepala Daerah melalui media online maupun media sosial; PNS dilarang melakukan foto bersama dengan bakal calon Ke...

Mengenalkan TIK Sejak Dini

Gambar
Oleh: Ignas Pemerhati Masalah Pendidikan Zaman sekarang tak bisa lepas dari Teknologi Informasi dan Komunikasi  (TIK). TIK  dalam bahasa Inggris berarti   Information and Communication Technologies   diperpendek menjadi “ICT”. Semua  kehidupan bersentuhan dengan komputer, gadged, internet, dan sebaganya. Sekolah dari PAUD, SD, hingga perguruan tinggi pun tak lepas dari TIK. Maka, mengenalkan TIK kepada anak-anak sejak dini itu wajib hukumnya.  Sehingga saat dewasa tidak ketinggalan kemajuan teknologi. Dengan paham dan bisa TIK, maka anak-anak tak lagi gagap teknologi. Mereka bisa menjalankan program yang sederhana, mulai dari Microsoft  Office seperti MS Word, pain, dan permainan mengasah otak semacam puzzle.  Kelak, saat kelas tinggi, mereka diajari lagi tentang program-program yang lebih urgen dan dibutuhkan masyarakat.  Jadi, TIK itu penting dan harus diajarkan sedini mungkin.  GUNHARJO

Keren, SMP N 2 Kalijambe Punya Ekstrakurikuler Jurnalistik

Gambar
Johan Wahyudi Menulis itu mudah. Hal ini sudah digelorakan penulis kawakan Arwsendo Atmowiloto beberapa tahun silam. Namun, untuk bisa menghasilkan tulisan yang bagus dan memiliki nilai jurnalistik dibutuhkan keterampilan khusus. Melihat fakta inilah, SMP N 2 Kalijambe Sragen membuka ekstrakurikuler jurnalistik sejak tahun 2016 untuk menggali potensi sekaligus mengeksplorasi bakat menulis anak-anak. Tujuannya, siswa memiliki kemampuan menulis ala jurnalistik. Tentu saja, kegiatan ini dilakukan usai jam pelajaran sekolah. Jadi, kegiatan ekstrakurikuler ini  tidak mengganggu jadwal pelajaran yang ada. Sebagai pembina ekskul, ternyata ektrakurikuler jurnalistik sangat diminati para siswa. Lalu, bagaimana dengan outputnya? Bakat menulis para siswa sudah terlihat saat pertemuan pertama kali. Anak-anak yang suka menulis ternyata sudah memiliki selingkungan atau kekhasan tulisan. Dari sinilah lahir keyakinan bahwa mereka pasti bisa menang dalam kompetisi atau perlombaan menulis. C...

Aulia Nissa Rizky Hariyono: Mimpi, Usaha dan Doa

Gambar
Aulia Nissa Rizky Hariyono Ketekunannya saat belajar dan kegigihannya dalam berjuang membuahkan hasil manis. Puluhan prestasi sudah dikoleksi, dari tingkat kota, provinsi hingga tingkat nasional. Siapakah dia? Nama lengkapnya Aulia Nissa Rizky Hariyono, siswi SMA Muhammadiyah 1 Surakarta.  Cewek kelahiran Sukoharjo, 01 Juni 2001, baru saja menorehkan prestasi Juara 1 Olimpiade Biologi SMA/SMK/MA Muhammadiyah tingkat Provinsi Jateng. Putri dari Hariyono dan Rahayuningsih ini memang intensif mengikuti berbagai lomba. Beberapa di antaranya Juara 1 LKTI Tingkat Nasional (2016), Juara harapan 2 tk Nasional LKTI Pelajar SMA/SMK/MA (2017), Juara 1 LKTI ISC tingkat jateng dan DIY (2017), Juara 1 LKTI tk Soloraya (2018), Juara II LKTI tk Kota Surakarta (2017), Juara II Lomba Pidato F & D tk Kota Surakarta Juara (2016), Juara II Paralel IPA , Juara 2 OPSS kota Surakarta (2015), Juara Favorite 3D Wall Magazine tk Jateng Bali (2016), J...

Guru Menjala Hati

Gambar
RESENSI BUKU Masih segar dalam ingatanku, enam tahun lalu aku sempat sangat marah kepada seorang murid kelas VII yang berlari-lari mendatangiku, “Mam, lihat tuh, si Anna! Hari gini mau jadi guru...” katanya sambil senyum-senyum. Alih-alih tersenyum, aku melotot dan menghentikan pekerjaanku menilai. Benar-benar aku sangat marah ketika kutatap seluruh isi kelas sambil berkata. “Kalian..., tidak mu jadi guru? Bahkan menertawakan teman yangmau jadi guru?” Mereka diam. Dan tiu tidak menghentikan aku melanjutkan berkhotbah. “Kalian tahu, aku akan semakin tua dan mati. Dan kalau tidak ada yang mau jadi guru, siapa yang akan mendidik anak-anak kalian? Apakah memalukan menjadi guru? Apakah menjadi guru tidak berharga? Saya guru, suami saya guru. Kami hidupi keluarga kami dengan menjadi guru. Memang, anak-anak kami tidak   hidup berkelimpahan. Namun, hampir semua kebutuhan mereka tercukupi.” Penulis sadar, menjadi guru bukanlah pilihan yang populer. Namun, jauh sebelum isu se...