Postingan

COVER STORY

Gambar
Kris Budiyono    Mengubah “Sekolah Berkubang” Jadi Adiwiyata Nasional Pada mulanya, lingkungan sekolah seperti kubangan, banyak genangan air. Pohon tinggi langka, hari-hari terasa gerah, panas. Akibatnya, suasana belajar mengajar pun tidak menyenangkan. Bermula dari inilah, niat untuk ‘menyulap’ lingkungan sekolah menjadi asri, teduh, rindang, hijau mulai tergerak dari hati Kris Budiyono SPd MPd. Kris yang diangkat sebagai Kepala SMP Negeri 1 Grogol , Sukoharjo itu pun langsung berpikir keras, mulai tahun 2011 langsung bekerja tanpa banyak bicara, menggandeng semua stakeholder pendidikan di Kabupaten Sukoharjo. Hasilnya? SMPN 1 Grogol Sukoharjo berhasil meraih penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional 2018 dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Menteri Pendidikan dan  Kebudayaan pada 21 Desember 2018, di Jakarta.  Tentu saja, untuk meraih ini semua tak semudah seperti membalik telapak tangan. Tapi butuh waktu selama 7 tahun untu...

Heboh, KB Pratama Ultah Makan Bersama Berlambarkan Daun Pisang

Gambar
  Pagi itu, anak-anak dan orang tua/wali murid menghadap makanan yang sudah dilambari daun pisang.  Mereka terlihat kompak penuh kebahagiaan. Dan, makanan pun ludes dalam sekejap. “Aksi makan bersama ini memang unik dan sederhana, untuk menyambut ulang tahun KB Pratama yang ke-4. Guru, anak dan orangtua, terlihat guyub walau merayakan ultah dengan sangat sederhana, makanan berlambarkan daun pisang. Sederhana, tetapi bermakna,” tutur MM Bundari Sulistyo, salah satu pendiri sekaligus guru di KB Pratama yang berlokasi di Jalan S Tungkal KP Kadirejo RT 03 RW 1, Gandekan, Jebres,  Surakarta, saat ditemui POSKITA.co. Menurut Bundari, orangtua sangat antusias, dan merelakan urunan dana Rp 10.000. Dana sebesar itu sudah bisa untuk makan bersama orangtua dan anak. Perayaan ultah tahun ini memang sederhana namun meriah. Ultah tahun sebelumnya digelar  dengan lomba memasak antar ibu-ibu dan siswa, dan itu juga berlangsung meriah. Sebenarnya, ultah KB Pratama jatuh pa...

Budaya Adiwiyata

Gambar
oleh: Budi Baskoro SD Kanisius Keprabon 01 Surakarta Lomba sekolah adiwiyata sudah marak di berbagai kota. Harapannya, sekolah memiliki budaya cinta lingkungan, lingkungan sekolah jadi hijau, siswa disiplin dalam cinta lingkungan, dan menanamkan karakter siswa khususnya disiplin dalam segala hal.  Siswa peduli sekitarnya, membuang sampah pada tempatnya, memilih antara sampah organik dan an organik. Anak dilatih untuk mencintai lingkungan sejak dini. Para siswa harus merawat tanaman, menyiram, memupuk, membersihkan lingkungan sekitar sekolah. Bukan hanya menerapkan di sekolah, saat di rumah dan masyarakat, budaya cinta lingkungan harus terus dikembangkan. Kelak, ketika dewasa nanti anak memiliki budaya Adiwiyata, budaya yang cinta lingkungan dan budi pekerti yan\ GUNHARJO

Guru Hasilkan Orang-orang Hebat

Gambar
  Pada pendidik memiliki jasa yang besar, karena merekalah yang menghasilkan orang-orang hebat, menjadi tokoh dan pemimpin di berbagai daerah.  Walau demikian, guru terus menerus dituntut untuk meningkatkan kompetensinya. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI ) Kabupaten Boyolali  memperingati hari ulang tahunnya yang ke-73 dan peringatan hari guru nasional ditandai dengan upacara bendera di Stadion Pandan Arang Kabupaten  Boyolali. Upacara bendera dihadiri Wakil Bupati Boyolali Muhammad Said Hidayat, anggota Forkompinda, pejabat eselon II Kepala UPT Pendidikan Dasar dan Luar Sekolah, Pengurus PGRI Kabupaten Boyolali, pengurus PGRI Cabang dan tidak kurang 3000 orang anggota PGRI se-Kabupaten Boyolali. Wakil Bupati Boyolali, Muhammad Said Hidayat bertindak sebagai pembina upacara dalam pidato sambutannya mengatakan  ruang kosong di otak akan diisi dengan ilmu tidak luput dari peran guru. "Maka di era global seperti sekarang ini, guru jika ingin h...

Yuni Rahayu Utami JAINSO, Cinta Sayuran Organik

Gambar
Pada awalnya dirinya sering melihat sebagian besar siswa tidak suka makan sayur. Sejak itulah muncul ide untuk menanam sayur mayur di lingkungan sekolah. Terciptalah JAINSO, yang merupakan kependekan dari Jagalan Inovasi Sayuran Organik. “JAINSO sebagai wahana pembelajaran yang aplikatif, yang mampu mengedukasi dan menginspirasi lingkungan sekolah.   Selain itu, untuk kemandirian pangan, siswa yang sehat, cerdas dan berprestasi dengan berbudaya sayuran organik,” kata   Yuni Rahayu Utami, Kepala SD Negeri Jagalan kepada GENTA. Sejak diterapkan JAINSO, terbangun kawasan rumah pangan lestari, sebagai pembelajaran aplikatif untuk mengedukasi dan menginspirasi lingkungan sekolah. Lingkungan sekolah jadi asri, nyaman, dan memperbaiki kualitas lingkungan sekolah. “Yang tak kalah hebatnya, terbangun kesadaran warga sekolah yang semakin baik akan pentingnya budidaya sasyuran organik,” ujar Yuni. Stand Gelar Karya Inovasi pun memamerkan di antaranya ada tanaman Tomat, ...

Peduli Seni Tradisi Oleh: Sri Wuryanti SPd MPd SMP Negeri 4 Surakarta

Gambar
Tak ingin seni tradisi dan Budaya Jawa tenggelam ditelan bumi, SMP Negeri 4 Surakarta bergerak dan berkarya nguri-uri budaya Jawa. Program unggulan   Patska Prebawa, yang artinya SMP Negeri 4 Surakarta Berprestasi Berbudaya Jawa.   Berbagai seni tradisi dipelajari dan dipentaskan setiap tahun: seni tari, seni karawitan, seni Wayang Orang, dan sebagainya.   Setiap hari kamis, semua siswa, guru dan karyawan wajib Berbahasa Jawa. Sekolah ini memiliki kepedulian yang luar biasa pada budaya Jawa.   Ada program yang membanggakan, setiap kelas membuat managemen tim. Anak membuat managemen tim, misalnya tim wayang orang, maka semua terlibat dalam proyek wayang orang. Ada yang jadi pengrawit, yang lain sebagai pemain wayang orang, ada juga sebagai sutradara, penulis naskah, perias, dan sebagainya. GUNHARJO

*SMP Negeri 8 Surakarta

Gambar
"Simbah Desa" , Manfaatkan Limbah Air Wudlu untuk Aquaponik Selama ini air wudlu mengalir ke sumur resapan. Namun, berkat inovasi yang dilakukan SMP Negeri 8 Surakarta, limbah air wudlu bisa dimanfaatkan untuk aquaponik. Inovasi hebat ini bernama Simbah Desa. Inovasi Simbah Desa dipersembahkan SMP Negeri 8 pimpinan Triad Suparman MPd, saat Gelar Karya Inovasi yang diadakan di halaman Balai Kota Surakarta.   Menurut Sri Suprapti, salah satu guru SMPN 8 Surakarta menuturkan Simbah Desa, merupakan limbah air wudlu yang   dipergunakan untuk aquaponik dan menyiram tanaman. Sisa air limbah wudlu masuk ke sumur resapan. “Air tanah sepanjang masa tidak mungkin akan kekurangan. Selain itu, SMP Negeri 8 Surakarta tidak menggunakan air PDAM alias pajak 0 m2 atau 0 rupiah. Karena banyaknya penghijauan sehingga ruang terbuka hijau sangat bermanfaat untuk memproduksi oksigen,” ujar Sri Suprapti. Keunggulan lain, lanjut Sri Suprapti,   yaitu pupuk kompos dari hasil penca...